Happy Ramadlan


- Happy Ramadlan -

Kepada segenap kaum muslimin di manapun anda berada

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

Semoga di bulan suci ini, kita bisa meningkatkan kualitas
ibadah kita secara optimal. Sungguh momen yang sangat tepat untuk
melakukan evaluasi diri dan meningkatkan prestasi.

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang senantiasa
dalam bimbingan-Nya, amin

Cairo - Egypt


Walt Disney: Ada Harapan, Ada Kesuksesan

Menengok profil orang-orang sukses (VIII)

Kala kita memutar ulang memori masa kecil, tontonan Mickey Mouse ataupun Donald Duck mungkin yang paling lekat dalam benak kita. Rasanya tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa tidak ada satupun anak-anak yang tidak mengenalnya. Film ini sangat nge-trend. Itulah masterpiece Walt Disney yang akan selalu dikenang sampai kapanpun dan dimanapun. Berbekal optimisme yang kuat untuk menjadi orang sukses, ia mampu mengakhiri 'penderitaan' panjangnya dengan happy ending.

Bagi Walt, tidak ada alasan untuk menyerah dengan keadaan. Tidak ada kemustahilan ketika seseorang masih mempunyai secercah harapan dan kemauan menikmati kisah hidup. Itulah kenyataannya. Siapa sangka, tiga binatang; bebek, tikus dan anjing yang seringkali ia jumpai kala harus bekerja keras di area pertanian milik ayahnya, menjadi ins
pirasi besar yang akhirnya melejitkan namanya sebagai The Creator of Mickey Mouse and Disneyland yang dinikmati oleh milyaran generasi di seluruh penjuru dunia. Bersama saudara kandungnya, Roy Oliver Disney, ia mendirikan The Walt Disney Company yang sangat terkenal dengan film-film, seperti Mickey Mouse, Winnie the Pooh dan taman bermainnya, seperti Disneyland dan Disney Resort Paris. ­­­

Pemilik nama lengkap Walter Elias Disney ini, lahir di Chicago, Illinois 5 September 1901 dari perkawinan blesteran Elias Disney yang berkebangsaan Irlandia dan Flora Call yang asli berkebangsaan Jerman.

Tahun 1906, keluarga Walt pindah ke Missouri dan menggarap lahan pertanian dari tanah yang telah dibelinya. Walt sangat menikmati keadaan ini. Setiap hari, ia membantu ayahnya bercocok tanam. Satu hal yang membuatnya kerasan, di lahan pertanian ini, ia menjadi familiar dengan hewan-hewan -seperti bebek dan anjing- yang setiap saat menemaninya bercocok tanam. Ada juga tikus-tikus yang acapkali membuatnya jengkel ka
rena menyerang pertaniannya. Ketiga hewan inilah yang selalu melekat dalam benaknya dan memberikan pengaruh yang luar biasa dalam karirnya.

Beberapa saat kemudian, Elias merasa bisnis pertanian tidak lagi
menjanjikan. Ia mengalami beberapa kali gagal panen. Keadaan ini membuatnya harus banting setir dan menekuni dunia baru; perusahaan koran. Demi menghemat pengeluaran, Elias mempekerjakan anaknya, Walt Disney dan Roy Disney untuk menjadi pegawai tetapnya. Setiap hari, keduanya harus bangun pukul 03.0 Dini Hari untuk menunggu truk pengangkut barang. Tidak jarang, mereka sering menggigil karena menahan hawa udara yang dingin menusuk di saat harus mengangkat barang-barang yang beratnya tidak sebanding dengan berat badannya.

Walt berfikir; sampai kapan akan seperti ini? Di sela-sela 'kerja keras'nya, ia selalu menaruh harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Setelah mendapat ijin ayahnya, Walt mencoba masuk dinas ketentaraan. Baginya dinas di tentara lebih menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Umurnya yang masih di bawah 16 tahun, membuatnya ditolak di kedinasan itu dan ia harus puas dikirim ke Perancis dengan hanya sebagai sopir ambulance di sebuah organisasi Palang Merah. Tidak lama kemudian, ia kembali ke daerah asalnya.

Berbekal kelihaiannya membuat gambar-gambar animasi, Walt bergabung di perusahaan periklanan, Laugh O-Grams yang tidak lama kemudian pailit.

Putus asakah Walt? Tidak. Sadar akan kondisinya yang selalu 'menderita', ia mencoba berangkat ke Hollywood untuk mengadu nasib. Ia berharap kehidupannya akan menjadi lebih baik. Dengan modal USD 20 hasil utang dari Roy, ia berangkat. Sesampainya di sana, tidak ada satupun studio yang mau mempekerjakan dia -sekalipun pekerjaan kasar- karena persaingan sangat ketat. Di lain sisi, Walt belum berhasil meyakinkan bahwa orang tidak akan salah dengan memilihnya. Ia pun kemudian membeli beberapa kertas kosong untuk digambari kartun.

Setelah menyelesaikan beberapa lembar, ia sodorkan ke salah satu studio. Di luar dugaan, kartunnya mendapatkan respon luar biasa. Ia pun dipercaya langsung menggarap cerita kartun bergerak dengan tajuk Alice in the Wonderland dengan harga USD 1500. Karena sukses tayang di beberapa bioskop di Amerika, Walt mendapatkan royalti yang jumlahnya sangat besar. Perlahan-lahan, hidupnya mulai menjadi lebih baik. Berangsur-angsur, ia mampu membeli rumah dan membuat studio sendiri. Akhirnya, ia menikahi seorang gadis pujaan bernama Lilia Bounds dan dikarunia satu anak perempuan bernama Diane. Namun ia mengadopsi satu anak lagi bernama Sharon.

Tahun 1920 Walt remaja mulai membuat kartun Mickey Mouse yang akhirnya bisa diputar dalam serial film-film pendek.
Tahun1932, film kartun hasil produksinya yang berjudul Flower and Trees (film kartun berwarna pertama) memenangkan Academy Awards yang pertama untuk studionya. Lima tahun kemudian meliris The Old Mill.

Walt pun mengembangkan kemampuannya dengan membuat animasi lain seperti Snow White and the Seven Dwarfs yang merupakan animasi dengan musik pertama yang diputar di Carthay Theatre, Los Angeles pada 21 Desember 1937. Film ini diproduksi dengan biaya di bawah USD 1.499.000. Film-film ini mendapatkan respon luar biasa dari masyarakat. Dalam waktu 5 tahun, studio Walt sudah banyak memproduksi bermacam-macam film animasi antara lain Pinoccio (1938) dan Bambi (1942).

Merasa mampu menekuni dunia hiburan, Walt berspekulasi membeli kebun jeruk seluas 730.000 m2
guna pembangunan taman hiburan Disneyland. 17 Juli 1955, untuk pertama kalinya Disneyland dibuka di Anaheim, California (28 mil dari Los Angeles). Disney merupakan taman rekreasi yang pertama didirikan dan menjadi salah satu taman hiburan yang paling banyak dikunjungi di seluruh dunia. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung, dibangunlah Route 101 untuk mengantisipasi membludaknya arus lalu lintas yang hendak menuju Disneyland. Pasca rekonstruksi, pada tangga 18 Juli 1955, tempat hiburan itu dibuka kembali. Beratus-ratus orang sudah mengantre masuk sejak jam 2 pagi. Tiga pengunjung pertama yang akhirnya diberi bonus tiket gratis masuk disneyland di seluruh penjuru dunia oleh Walt adalah David Macpherson, Michael Schwartner, dan Christine Vess.

Prestasi yang menakjubkan. Ia pun bisa meninggalkan dunia dengan tenang pada 15 Januari 1966. Jasadnya dikremasi di Forest Lawn Memorial Park, Glendale, California.

Tahun 1984, seorang berkebangsaan Amerika, Michael Esiner menyewa The Walt Disney Company. Dalam perkembangannya, Disney tidak hanya menggarap kartun dan dunia hiburan. Disney juga merambah radio (Disney Radio) dan TV's The Disney Channel.

Pada tahun 2007,
The Walt Disney Company mengalami peningkatan laba sebesar USD 500 juta hasil dari pengoperasion studio Disney untuk pengambilan film Pirates of The Caribbean. Dan Disney Channel mengalami peningkatan laba sebesar 24 %

Inilah kisah perjuangan panjang Walter Elias Disney. Sampai kapanpun, generasi di dunia ini akan selalu menikmati kebahagiaan dengan menikmati goresan lembutnya yang menghasilkan Mickey Mouse, Donald Duck, Goofy, Pluto, Winnie the Pooh, Pinoccio, Princess Jasmine dan sebagainya.

-Disarikan dari berbagai sumber-

Virgin: Memahami Selera Pelanggan

Menengok profil orang-orang sukses (VII)

"Screw It, Let's Do It". Itulah motto hidup Richard Branson, sang pemilik Virgin Group. Awalnya, virgin adalah nama sebuah produksi rekaman kecil-kecilan yang dirintis Richard pada tahun 1970. Pada perkembangannya, Virgin kemudian menjelma menjadi perusahaan raksasa yang kini telah memiliki lebih dari 200 perusahaan yang tersebar di berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Virgin semakin mengepakkan sayapnya di tengah dinamika bisnis yang hiperaktif ini dengan merambah beragam jenis usaha, mulai dari produksi rekaman, penerbangan, operator telepon, wedding organizer hingga resort mewah. Sang empunya pun masuk dalam deretan milyader papan atas dengan total kekayaan berkisar 2,8 milyar pundsterling. Siapakah sosok Richard Branson?.

Pria berkebangsaan Inggris yang lahir pada 18 Juli 1950 ini adalah seorang entrepreneur gigih. Dia dikenal sebagai usahawan yang tidak pernah puas dengan apa yang dia dapat. Ketika berhasil meraih satu bidang usaha, pada saat yang bersamaan ia selalu percaya bahwa semakin banyak lagi peluang yang dapat diraihnya. Dengan prinsip, 'there is nothing permanent except change', Richard selalu berusaha menciptakan impian-impiannya.

Sejak kecil, ia menderita penyakit disleksia. Disleksia adalah sebuah kondisi dimana seseorang tidak mampu belajar dengan baik, karena ia sangat lemah ketika melakukan aktifitas membaca dan menulis. Begitu juga dalam menganalisa. Karena penyakit itulah, semua guru di sekolahan mengira bahwa Richard adalah anak bodoh yang sangat malas. Sadar akan kelemahaannya, ia pun segera bangkit dan menghafal semua pelajaran yang dia terima di sekolah.

Dengan status tidak lulus SMA, Richard mengelola majalah Student pada umur 16 tahun. Ketika usianya menginjak 20 tahun (1970), ia mulai merintis bisnis rekaman yang diberi nama "Virgin". Bisnis pertama yang mengambil tempat di Jalan Oxford, London itu ditekuninya dengan sangat cermat.

Sebenarnya, Richard bukanlah orang yang memiliki pengalaman berbisnis yang baik. Lantas, apa modal untuk melakukan inovasi bisnis?. Ia sangat yakin bahwa -dalam dunia bisnis- ketika seseorang bisa memenuhi keinginan pelanggan, maka impian sebesar apapun akan segera terwujud. Di sinilah Richard memandang perlunya hospitality (pelayanan). Karena -menurutnya- yang menggaji kita tidak lain adalah pelanggan kita sendiri. Baginya, kenyamanan dan kepercayaan seorang pelanggan adalah hal terpenting. Silahkan anda buktikan; bagaimana kesan ketika memasuki counter-counter Virgin?. Warna merahnya yang sangat dominan nan elegan di seluruh ruangan plus sapaan ramah sales-nya, membuat kita begitu nyaman dan ingin berlama-lama di sana. Dari 'menu' yang disediakan nampak sekali bahwa Richard Branson paham betul bagaimana cara memuaskan customer.

Dengan tekad dan nyali yang kuat kemudian Richard mencoba untuk merambah ke area lain. Setidaknya Virgin -yang mulanya menjadi nama produksi rekaman- kini mempunyai 11 jenis usaha, yaitu Virgin Atlantic (penerbangan), Virgin Megastore (supermarket musik), Virgin Books (buku dan majalah), Virgin Credit Card (Kartu Kredit), Virgin Holidays (paket tour), Virgin Trains (kereta api), V2 Music (produksi musik), Virgin Active (fitness), Virgin Galactic (penerbangan), Ulusaba (permainan dan hiburan), dan Necker Island (pulau pribadi yang dikomersilkan).

Satu hal yang menarik, bapak dua anak -yang mendapatkan gelar bangsawan dari Kerajaan Inggris pada 1999- ini begitu mantap menambah deretan jenis usahanya tersebut karena terinspirasi oleh fenomena yang ia temui dalam kesehariannya. Dalam keadaan ini, Richard selalu merenung bahwa seseorang sedang membutuhkan sesuatu. Di sisi lain, datanglah 'kekuatan dewa' yang meyakinkannya bahwa ia mampu 'melayani' customer dengan baik. Misalnya inovasinya menambah bar berdiri (stand-up bars). Dalam salah satu perjalanan pesawat, Richard melihat seorang gadis cantik duduk di seberang seat-nya. Ia pun berkenalan dan akhirnya mereka sangat 'intim'. Ia melihat bahwa dalam keadaan itu, seseorang membutuhkan fasilitas berintim yang nyaman. Dari sinilah Richard terinspirasi untuk memperkenalkan bar berdiri di Virgin Atlantic.

Pada tahun 1992, waralaba Virgin di jual kepada THORN EMI senilai USD. 1 Billion. Laporan pembukuan tahun 2002 menunjukkan bahwa total penjualannya pada tahun tersebut mencapai 4 miliar poundsterling.

"Selepas bangun tidur di pagi hari, saya selalu suka merancang mimpi indah.
Terlalu sayang untuk melewatkan mimpi-mimpi indah itu. Ketika Anda mempunyai mimpi dan tekad, yakinlah semuanya akan terjadi".
-Richard Branson-

-Disarikan dari berbagai sumber-

Oprah Winfrey; Tidak Ada Alasan Meratapi Nasib

Menengok profil orang-orang sukses (VI)

"Meratapi nasib tanpa usaha adalah tindakan bodoh. Ketika anda menginginkan kehidupan yang lebih baik, berjuang keras dengan mental baja adalah kuncinya"

Begitulah kira-kira yang dituturkan Oprah Winfrey menanggapi pertanyaan salah satu pemirsa tentang tips suksesnya. Oprah Winfrey adalah host pada "The Oprah Winfrey Show", acara Talk Show paling bergengsi yang dinikmati oleh pemirsa dari segala penjuru dunia.

Saat ini, dunia kembali dibuat kagum oleh sosok Oprah. Bagaimana tidak. Tahun ini perempuan berkulit hitam kelahiran Kosciusko, Mississippi, Amerika Serikat, 29 Januari 1954 itu, kembali masuk daftar 100 tokoh dunia paling berpengaruh. Itu berarti, ia masuk dalam 'barisan bergengsi' tersebut lima kali berturut-turut versi majalah Time.


Bagaimana kisah perjalanannya?. Mari kita simak.

Tokoh bernama lengkap Oprah Gail Winfrey ini lahir dari pasangan Afro-Amerika. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian beralih profesi sebagai tukang cukur dan ibunya sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Menurut pengakuan orang tuanya, nama yang sebenarnya bukanlah Oprah, tapi Orpah sebagaimana termaktub dalam Alkitab. Karena bidan yang menulis namanya salah mengeja, akhirnya nama ini 'salah kaprah'. Dan kini ia terkenal dengan nama 'salah' tersebut; Oprah

Oprah kecil hidup di tengah keluarga miskin. Ketika orang tuanya pisah, Oprah diasuh oleh neneknya di suatu kawasan kumuh di Amerika. "Ia anak yang cerdas dan sangat haus dengan ilmu", tutur neneknya. Di umur 3 tahun, perempuan yang hobi membaca ini telah mampu membaca Injil dengan sangat lancar. Menurutnya, "membaca adalah gerai untuk mengenal dunia".

Kenyataan hidup yang dilaluinya sangatlah pahit. Saking miskinnya, ia harus tinggal di dalam satu kamar bersama ibu dan saudara tirinya, laki-laki dan perempuan. Ibunya yang harus sibuk menjadi PRT, membuat Oprah kurang kasih sayang. Setiap hari, si ibu mempercayai sepupunya untuk menjaga Oprah. Namun malang. Di umur 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan seksual. Ia diperkosa ramai-ramai oleh 'penjaga'nya itu bersama rekan-rekannya. Karena kejadian itulah, kehidupan Oprah menjadi semakin tidak terkendali. Puncaknya, Oprah hamil pada umur 13 tahun. Namun bayinya meninggal beberapa hari setelah dilahirkan.

Ia cukup sadar bahwa hidupnya hancur dan selalu ditemani dengan sial. Ia pun sadar bahwa untuk merubah keadaan, diperlukan kerja keras dan tekad yang kuat. Oprah lari ke rumah ayahnya. "Ia seorang ayah yang sangat keras dan disiplin. Namun saya menikmatinya karena saya sadar hal itu kelak membuatku menjadi wanita percaya diri dan berdisiplin tinggi", tuturnya mengenang memori masa itu. Ia berterima kasih kepada ayahnya dan berjanji bahwa suatu hari nanti, ia akan menjadi tokoh yang diperhitungkan dunia.

Ketika SMA, prestasi Oprah sangat membanggakan. Karena prestasi itulah, ia bisa menginjakkan kaki di Gedung Putih (White House) di usia belia untuk mengikuti Konferensi Pemuda. Ia pun mendapatkan bea siswa atas pidato yang ia tulis; "Orang Negro, Konstitusi dan Amerika Serikat". Ia juga pernah memenangkan kontes kecantikan. Dari situlah ia mulai menjadi sorotan publik.

Oprah memulai karirnya sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Bayarannya USD. 100/minggu yang terhitung besar untuk tahun 1970-an. Pada umur 19 tahun, dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita di sebuah stasiun radio lokal. Pada tahun yang sama, ia menjadi penyiar berita di stasiun televisi di Neshille. Sadar akan kemajuan yang dicapai, Oprah terus berupaya seoptimal mungkin mengembangkan karirnya dan mewujudkan 'mimpi besar'nya. Gayung bersambut. Ayahnya mendukung penuh apa yang ingin ia capai. Oprah pun pindah ke Chicago.

1976 menjadi detik penting yang mencuatkan namanya. Bertindak sebagai host pada acara Talk Show yang diberi nama "People Are Talking", Oprah tampil sangat memukau. Ia mampu memenuhi selera pemirsa yang menyukai lelucon yang berkualitas. Praktis, Oprah pun menjadi idola.

Pada 1983, Oprah menjadi host di WLS-TV program AM Chicago, sebuah program perbincangan berating sangat rendah saat itu. Acara ini mendapatkan saingan ketat dari Phill Donahue Show yang sudah lebih dulu populer. Meskipun Pill raja TV, namun dengan nyali kuat dan skill yang teruji, Oprah hanya butuh 'sedikit gerak' untuk menggeser posisi Phill. Dalam waktu singkat, Oprah menjadi bintang di 120 kota besar di Amerika.

2 tahun kemudian, nama acara tersebut diubah menjadi "The Oprah Winfrey Show", yang kemudian mulai disiarkan secara nasional pada 8 September 1986. Acara ini diproduksi oleh perusahaan sendiri yang bernama Harpo Production, Inc (diambil dari kebalikan nama Oprah).

Kini, program tersebut menjadi favorit dan telah disiarkan di 126 negara. Bahkan, acara ini telah mengantongi kontrak untuk diproduksi hingga 2011 mendatang. Acara ini ditonton oleh lebih 48 juta pemirsa setiap minggunya.

Latarbelakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Maka tidaklah mengherankan kalau acaranya sarat sekali dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. "Ketika saya berhasil mengajak seluruh pemirsa televisi untuk mensukseskan program tersebut, maka akan dengan mudah saya bisa muwujudkan impian besar; membantu mereka yang tertindas", ungkapnya. Cita-cita yang sungguh mulia.

2 Januari 2007, Oprah meresmikan sekolah khusus anak-anak perempuan di salah satu kota di Afrika Selatan. Ia menyishkan 20 juta poundsterling atau Rp. 340 milyar dari kekeyaannya. "Dengan memberi pendidikan yang baik bagi mereka, kita akan mulai mengubah nasib sebuah bangsa", harapnya.

Kawan-kawan, kita bisa lihat. Betapa Oprah Winfrey yang dulunya berangkat dari kaum minoritas (kulit hitam) yang miskin, teraniaya dan praktis sebagian besar bagian hidupnya dijalani dengan sangat pahit, akhirnya bisa bangkit. Pemandangan yang sangat menakjubkan. Di samping menjadi host papan atas dunia, ia pun menduduki peringkat teratas sebagai orang terkaya dari dunia hiburan dengan total kekayaan sebesar USD. 1,5 miliar. Ia mendapatkannya tentu tidak dengan gratisan. Tekad kuat untuk merubah nasib buruk, menuai hasil. Oprah yang dulunya miskin dan teraniaya, kini menjadi tokoh penting yang sangat diperhitungkan. Ia pun sempat menjajal akting di sebuah film. Kini, piagam-piagam penghargaan bertaraf internasional menghiasi lemarinya.

"Menjadi seorang tokoh bukanlah hal mustahil. Sekalipun kita hanya memiliki
sedikit sekali kelebihan, yakinlah bahwa itu sudah cukup menjadi modal anda
untuk masuk dalam deretan tokoh seperti yang anda kagumi. Dengan catatan, anda melakukannya dengan penuh keyakinan. Jangan melakukan tindakan bodoh dengan hanya pasrah meratapi nasib"
.


Itulah pesan mulia yang ia sampaikan kepada pemirsa di seluruh penjuru dunia. Tekad yang kuat dan kerja keraslah yang membuat "The Oprah Winfrey Show" menjadi acara Talk Show paling bergengsi di dunia. Sang ayah boleh tersenyum melihat prestasi si Oprah cerdik.

-Disarikan dari berbagai sumber-

Mempertanyakan Konsistensi Keislaman Kita

Sabtu (14/4), tepatnya di sebuah halte bus di kawasan Nasr City, saya terlibat perbincangan hangat dengan seorang kawan yang baru saja saya kenal. Belum genap seperempat jam mengenalnya, saya sudah 'dihardik'. Santai saja. Hardikannya kali ini tidak membuat muka saya lebam. Hanya, ada sisa-sisa 'lebam' rasa yang masih belum pulih. Saya menginginkan kisah ini bersambung entah kapan.

Membincang tema keislaman rentan menimbulkan resistensi kalau tidak dilandasi dengan itikad baik melakukan dialog (hiwar). Kalau tidak ada landasan itu, ujung-ujungnya pasti ada pihak yang kebakaran jenggot, termasuk yang saya alami. Akhirnya, selalu ada pihak yang sentimentil.

Ceritanya begini...

Sambil menunggu bis, saya membaca koran yang baru saja dibeli seorang kawan. Ada kolom menarik yang mengangkat tentang isu Keislaman. Hal penting yang saya garis bawahi, si penulis mengkritisi sikap umat Islam yang sangat lembek dan tidak konsisten dalam melempar wacana. Ia menegaskan, seringkali sikap kita (baca; umat Islam) cenderung nekat. Misalnya hobi demo, tapi target yang dicapai ambigu. ini contoh kecil yang diangkat. Kontan, saya pun berseloroh kepada kawan yang duduk di sebelah; "Orang Islam memang harus disindir dengan cara ginian biar mereka ngga 'ngigau' terus". Kawan saya hanya bisa tersenyum simpul.

Nampaknya, selorohan ringan dan innocent itu memancing perhatian seseorang yang kebetulan juga duduk di dekat saya. Dia senewen. Setelah kenalan dan ngobrol ringan, dia mengawali pembicaraan. "Maaf, boleh tahu apa yang barusan anda ucapkan", tanyanya setengah menyelidik. "Bagian yang mana?", tanyaku sambil canda. "Orang Islam ngigau?. Kok ada kesan anda mendiskreditkan umat Islam", jawabnya ketus. "Sorry, saya tidak bermaksud demikian. Saya hanya merasa gundah melihat sikap umat Islam yang cenderung tidak konsisten. Mereka hanya berwacana. Tapi dalam tataran praksis, mereka kelimpungan tak berdaya", responku singkat.

Nampaknya respon itu semakin membuat dia senewen. "Kalau dikatakan tidak konsisten, bagian mana?", tanyanya. "Terlalu banyak untuk diungkap. Persoalannya sangat kompleks dan mengglobal", jawabku datar.

Akhirnya, ia angkat bicara dan sangat lantang mengumpat Amerika dan Israel. Saya diam sembari menyeleksi makna kata demi kata yang dia lontarkan. Lagi-lagi, ia mengangkat kembali perlunya boikot produk Amerika, Yahudi dan konco-konconya. Menurutnya, umat Islam tidak ada keberpihakan terhadap masa depan Islam. Mereka terlalu 'bergantung' kepada Amerika dan sekutunya.

Sebenarnya saya cukup malas membincang tema ini. Tapi, liat style-nya yang sok mantap, saya terpancing untuk angkat bicara.

"Pernahkah kita berfikir; kenapa umat Islam bergantung pada mereka", tanyaku bersemangat. Dia diam dan menerawang kosong ke depan. Nampaknya sedang memikirkan sesuatu.

Merasa dapat kesempatan, saya pun gantian nyerocos.

Saya hanya menegaskan bahwa kalau boikot produk dianggap sebagai barometer perjuangan umat Islam, tentu terlalu simpel. Persoalan umat Islam sudah semakin mengglobal. Hemat saya, ada yang rancu dalam usaha pemboikotan (muqata'ah) produk tersebut. Sikap ini terkesan dipaksakan dan menunjukkan bahwa umat Islam tidak konsisten dalam menentukan sikap. Kalau memang mau boikot, kenapa sich tidak ada upaya keras untuk meningkatkan kualitas produk sendiri. Sehingga umat Islam betul-betul bangga mengkonsumsi produk tersebut.

Selama ini,
watak kita disetting sebagai konsumen alias cukup puas menerima sesuatu yang instan. Akhirnya, tanpa disadari kita dibuat tergantung terus kepada mereka. Persoalannya, mereka memang mampu dan kita cukup sadar bahwa umat Islam tertinggal jauh. So, butuh tekad yang kuat dan waktu yang cukup untuk mengejar ketertinggalan itu.

Untuk menguatkan hal tersebut, saya pun mengkritisi demo-demo yang digelar atas nama Islam. Pelbagai spanduk yang isinya membela Islam, menghiasi hampir setiap demo yang ada. Pertanyaannya; salahkah kalau saya mengatakan bahwa bukan Islam yang harus diselamatkan, tapi diri kita yang sebenarnya telah melalaikan Islam itu sendiri?. Tidak ada yang salah dalam Islam. Dimanapun dan sampai kapanpun, ajaran Islam tetap menjadi penyelamat dan pemersatu umat. Pertanyaannya kemudian; sudahkan kita menunaikan ajaran keislaman itu secara disiplin?.

"Ini koreksi buat kita semua sebagai umat Islam demi mempertanyakan sikap dan manuver kita yang acapkali mencatut segala aktifitas atas nama agama", tegasku sembari mengakhiri komentar.

Setelah nyerocos kesana-kemari, bukan respon, tapi pamitan yang saya dapat.

"Malisy (sorry), kapan-kapan kita lanjutkan. Saya harus segera pamit karena bis yang saya tunggu sudah datang. Boleh minta nomer HP dan email", pintanya sambil bersiap-siap menunggu bis. "Silahkan", jawabku sembari menyodorkan selembar kertas yang berisi nomer HP dan email.

Bagi saya, kejadian ini bukan yang pertama. Mungkin anda pun pernah menemui hal yang sama, atau bahkan lebih parah. Inilah kenyataan. Seringkali idealisme kita tidak singkron dengan apa yang seharusnya dilakukan. Niatan baik seringkali menjadi bumerang yang tidak pernah kita sadari.

Kita seringkali silau dengan identitas keislaman kita tanpa peduli dengan kualitas identitas kita tersebut. Tanpa sadar, kita masih jauh di bawah rata-rata layaknya seorang muslim. Muslim yang menanamkan ajaran Islam secara disiplin. Ajaran Islam sangatlah universal. Karenanya, responlah fenomena global dengan tekad yang kuat untuk mengukir prestasi, bukan dengan sikap yang selalu underestimate dan sentimentil kepada yang lain.

Kawan-kawan, saya tidak ingin cerita ini dianggap sebagai bentuk kepongahan. Terserah apapun komentar anda, yang jelas, cepat atau lambat, kita harus segera bangun dari tidur nyenyak. Tantangan ke depan semakin berat dan persaingan pun sangat ketat. Ini butuh nyali dan modal yang kuat. Karenanya, marilah kita jadikan ajaran Islam sebagai way of life yang senantiasa menjaga konsistensi kita sebagai muslim.

Nokia: Menguasai Dunia dengan 'Connecting People'

Menengok Profil Orang-orang Sukses (V)

Para founding father Nokia mungkin tidak pernah mengira bahwa perusahaan kecil yang dibentuknya, berubah menjadi perusahaan raksasa dunia dalam bidang telekomunikasi. Dengan motto; "Connecting People", Nokia mampu memenangkan persaingan dengan perusahaan-perusahaan yang muncul lebih awal, seperti Motorola dan 'memaksa' jutaan manusia untuk memilikinya. Beragam produk Nokia digenggam oleh jutaan manusia, mulai dari kaum birokrat, entrepreneur sampai dengan penjual cendol.

Inovasi-inovasi mutakhirnya memenuhi berbagai etalase toko-toko yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Kenapa?. Karena strategi yang jitu. Strategi tersebut akhirnya menghantarkannya ke kursi 'penguasa' pasar global.

Bagaimana awal kisah kebesaran Nokia?.


Awalnya, Nokia merupakan nama sebuah komunitas yang tinggal di sepanjang hulu sungai Emakoski, Finlandia selatan. Bermula dari tempat penggilingan kayu yang didirikan di selatan Finlandia pada tahun 1865, Fredrik Idestam mendirikan pabrik kertas di pinggiran sungai Emakoski.

Gelombang industri yang melanda Eropa ketika itu memberi angin segar pada usaha kertas milik Idestam. Permintaan kertas meningkat tajam. Finlandia bagian selatan pun menjelma menjadi kawasan industri yang banyak diserbu para pekerja. Keadaan inilah yang melatarbelakangi berdirinya komunitas pekerja bernama Nokia.

Dinamika yang diciptakan oleh komunitas para pekerja ini membuat sejumlah investor 'kepincut'. Finnish Rubber Works merupakan salah satu perusahaan yang tertarik mendirikan pabrik di wilayah komunitas Nokia. Pada 1920-an Rubber Works menggunakan nama Nokia sebagai nama merek produknya yang berupa sepatu, ban, jas hujan, dan perlengkapan industri.

Setelah Perang Dunia II, Finnish Rubber Works membeli saham mayoritas Finnish Cable Works yang bergerak dalam perlengkapan transmisi, telegram, dan jaringan telepon. Perlahan-lahan Rubber Works dan Cable Works duet dalam melakukan konsolidasi hingga akhirnya merger pada 1967. Nama Nokia Group pun muncul sebagai bentuk bergabungnya dua perusahaan milik Finlandia tersebut.

Sejak itu nama Nokia sebagai produk telekomunikasi mulai berkibar. Hal itu bermula dengan dibentuknya departemen elektronik yang menyumbang sebesar tiga persen terhadap total nilai penjualan Nokia Group. Kehadiran departemen elektronik Nokia Group juga memberikan lapangan pekerjaan bagi 460 orang.

Sekitar 1970-an, Nokia berhasil meluncurkan digital switch yang diberi nama Nokia DX 200. Ini adalah bahasa komputer tingkat tinggi dan mikroprosesor intel yang dikembangkan menjadi jaringan infrastruktur Nokia sekarang ini. Pada waktu yang bersamaan Nokia juga berhasil menciptakan jaringan telepon mobil.

Pada 1980-an, Nokia mencapai titik kejayaannya dalam mentransformasikan dirinya sebagai perusahaan besar dengan inovasi-inovasi baru di bidang telekomunikasi. Itu tidak lepas dari sentuhan akurat sang CEO legendaris, Kari Kairamo. Ia dianggap mampu melakukan perubahan fundamental pada tubuh Nokia. Tragisnya, pada 1988, Kairamo meninggal dengan cara bunuh diri. Estafet kepemimpinannya pun diteruskan oleh CEO yang tak kalah cerdiknya, yaitu Jorma Olilla.

Kebesaran Nokia tidak lepas dari kerangka berfikir para 'pendekar'nya yang sangat agresif dalam menentukan kebijakan-kebijakan strategis. Mereka mulai dari mimpi besar bahwa pada saatnya nanti, Nokia tidak hanya berfungsi sebagai alat telekomunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk telepon dan SMS. Lebih dari itu, Nokia hendak didesain sebagai alat digital dengan multifungsi sebagai kamera dengan mutu sempurna, games interaktif dengan resolusi tinggi hingga TV mobile. Maka perubahan adalah sebuah keniscayaan.

Impian itu tentu saja bukan tanpa tantangan. Dalam era yang semakin mengglobal, Nokia betul-betul menghemat tenaga untuk menghadapi 'serangan bertubi-tubi' dari musuh-musuhnya yang juga menggeluti bidang telekomunkasi, misalnya Motorola, Samsung, Sony dan sebagainya.

Ciutkah nyali Nokia untuk menghadapi musuh bebuyutannya itu?.

Pejuang sejati tidak akan pernah ciut nyalinya ketika musuhnya semakin beringas. Baginya, pertarungan hanya milik orang-orang gigih. Dan Nokia paham betul dengan potensi yang dimilikinya bahwa ia berada di antara orang-orang yang gigih tersebut. Karenanya, ia tertuntut untuk mengubah pola strategi demi menghadapi tantangan yang ada. Nokia berkeyakinan bahwa strategi yang tepat adalah kunci untuk memenangkan pertarungan.

Apa saja strategi Nokia?.

Pertama, global focus. Nokia cukup paham bahwa ia harus fokus terhadap tantangan yang semakin mengglobal. Dengan demikian, ia tahu apa yang harus dilakukan. Kedua, strategic market-making. Strategi ini untuk untuk mendeteksi dan mendiagnosa setiap detak perubahan dalam peta teknologi selular yang amat dinamis. Inilah yang membuat Nokia terpacu untuk meluncurkan produk dengan sangat variatif. Nokia berkeyakinan pembelilah yang menggaji mereka. Karena itulah Nokia selalu peka terhadap keinginan pasar.

Dua strategi di atas menjadi perfect ketika dipadu dengan strategi ketiga yaitu focus on people. Nokia selalu memperlakukan pengelolaan SDM-nya sebagai isu strategik, dan bukan sekedar pengelola administrasi belaka. Secara berkesinambungan, Nokia selalu berikhtiar untuk membangun respek pada karyawan, membangun iklim dan kultur learning dimana setiap karyawannya didorong untuk saling bertukar informasi dan gagasan-gasasan inovatif. Nokia tidak pernah menganggap karyawan sebagai buruh kasar yang seringkali diperlakukan sewenang-wenang. Justru ditangan merekalah prestise Nokia dipertaruhkan.

Tiga strategi tersebut menjadi kunci; kenapa Nokia berhasil menggenggam dunia dengan aneka seri yang diluncurkan dengan sangat menyenangkan. Sungguh revolusi yang menakjubkan.

Apa yang bisa kita simpulkan dari kisah Nokia ini?.

Nokia besar karena ia percaya dengan janji perubahan (change). Nokia tetap bisa bertahan, karena ia mampu mempertahankan romantisme dengan 'people'. Iya, 'connecting people' membuat Nokia selalu dekat dengan siapa saja.

-Disarikan dari berbagai sumber-

Bermimpi Mempunyai Restoran Ayam Terbesar di Dunia

Menengok Profil Orang-orang Sukses [IV]

Kalau kita sering mendengar ungkapan bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini, itu benar adanya. Setiap dari kita, pasti mempunyai mimpi-mimpi besar menjadi yang terbaik. Dan setiap dari kita, mempunyai peluang yang sama untuk mewujudkan mimpi besar itu. Namun, kenapa kita sering merasa kurang beruntung dibanding mereka. Apa yang membedakan kita dan mereka?. Jawabnya, kita belum serius bertanya kepada diri sendiri; seberapa besar tekad dan usaha kita untuk meraih sesuatu yang kita angankan?.

Nampaknya harus kita katakan bahwa cara pandang linear menjadi sangat dominan dalam diri kita. Dengan kata lain, kita setengah hati dalam melakukan perubahan (change) dan belum punya nyali untuk berbeda dengan yang lain. Karenanya, terus pacu semangat dan jangan pernah katakan TIDAK untuk diri kita sendiri selama itu positif. Jangan lelah dan putus asa untuk berusaha. Bukankah Rasulullah Saw memotivasi kita untuk terus melakukan inovasi demi sebuah mimpi. "Kalian lebih tahu dengan urusan dunia. Berusahalah demi menggapai sebuah mimpi", sabdanya.


Untuk meraih mimpi besar, butuh ongkos yang besar pula. Anda tentu saja mengenal John Cadbury dengan cokelat Cadbury-nya yang sangat diminati, Dan Carney dan Frank Carney dengan Pizza Hut-nya, Kenneth Wood dengan Kenwoodnya, Lacocca dengan Chrisyler-nya, Wiliam Boeing dengan Boeing-nya, Harland Sanders dengan KFC-nya dan sebagainya. Semua itu mereka capai dengan cucuran keringat dan air mata yang diperas oleh sebuah tekad untuk meraih keberhasilan. Ungkapan 'no free lunch' nampaknya cukup tepat untuk mengatakan semuanya.

Coba kita simak profil Harland Sanders yang mungkin awalnya tidak pernah menduga bahwa racikan ayamnya mampu menempatkan namanya pada deretan 100 tokoh sukses dunia. Ia adalah pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC).

------

Tanggal 9 September 1890 lahirlah seorang bayi bernama Harland Sanders. Ia lahir dari keluraga dengan ekonomi pas-pasan. Ketika usianya menginjak 6 tahun, bapaknya meninggal. Kondisi ekonomi keluarga goyah. Ibunya bekerja dan ia menjadi kepala rumah tangga. Keadaan ini memacu dia untuk melakukan kreasi-kreasi baru demi memperbaiki kondisi ekonominya. Ia mencoba mengembangkan hobinya, yaitu memasak ayam dengan beragam resep. Ketika berumur 8 tahun, ia sudah sangat lihai memasak. Ia pun menyemangati diri dengan bermimpi, kelak mempunyai restoran ayam terbesar di dunia. Tidak sedikit yang mencemooh impian luhur Sanders. Namun, itu tidak membuat Sanders muda berkecil hati. Ia justru tertantang untuk membuktikan bahwa ia bisa.

Mungkin karena ingin fokus pada profesi yang lebih 'menjanjikan', ia keluar dari sekolah. Semua profesi pun dicoba, mulai dari petani, tukang kue, insinyur, sampai menjadi anggota sekolah penerbangan.

Pada tahun 1930, pertama kalinya ia memasak ayam untuk pelancong yang beristirahat di Corbin, Kentucky. Mereka cocok dan mengatakan ayamnya sangat spicy. 9 tahun kemudian, ia membakukan masakan ayamnya dengan resep 11 macam rempah-rempah dan diolah dengan metode yang sangat unik demi mempertahankan rasa. Akhirnya, ia mendapatkan penghargaan "Kentucky Colonel" dari Gubernur Kentucky atas jasanya memperkaya jenis masakan Amerika.

Merasa masakannya layak jual, ia mencoba menjajakannya di pom bensin miliknya dan motel-motel di kawasan Kentucky.

Karena obsesi untuk berekspansi, tahun 1950-an, Harland Sanders melakukan perjalanan keliling Amerika dan Kanada dengan mobil untuk menawarkan waralabanya ke sejumlah restoran.

Semakin mantap dengan bisnisnya ini, tahun 1955 Sanders mendirikan restoran dengan nama Kentucky Fried Chicken Inc pertama di dunia.

Selanjutnya, tahun 1964, ia menjual waralaba KFC senilai USD. 2 juta kepada para investor. Banyak perusahaan yang tertarik membeli waralabanya. Pemilik waralaba terakhir adalah PepsiCo yang menggabungkannya ke dalam divisi perusahaan Tricon Global Restaurants.
Di Indonesia, pemegang hak waralaba tunggal KFC adalah PT. Fastfood Indonesia, Tbk yang didirikan oleh Kelompok Usaha Galael pada tahun 1978. Tahun 1994, KFC berhasil membuka cabangnya yang ke 9000 di Shanghai, Cina. Luar biasa !.

Tahun 1980, Harland Sanders meninggal dan dikebumikan di Louisville's Cave Hill Cemetery.

Impian Harland Sanders untuk mempunyai restoran ayam terbesar di dunia tidak sia-sia. Dengan tekad yang kuat, ia mampu membuktikan kepada dunia bahwa Harland Sander tidak hanya pintar mengandai dan bermimpi. Perjuangan keras itu memberikan kado indah di hari tuanya.
Kini Harland Sanders boleh tersenyum di peraduannya sembari melihat jerih payahnya yang telah dinikmati oleh milyaran pengunjung.

-Disarikan dari berbagai sumber-