Belajar dari Kegagalan

Menengok Profil Orang-orang Sukses [II]

Mungkin sebagian besar dari kita pernah mencicipi Pizza Hut. Meskipun oleh sebagian kalangan, menu ini dianggap sangat membosankan, namun tetap saja banyak yang menganggap Pizza Hut adalah menu yang sangat istimewa. Apapun alasannya, kita patut memberikan apresiasi kepada Dan Carney dan Frank Carney. Keduanya merupakan tokoh penting (founding father) berdirinya restoran fast food papan atas ini. Karena kegigihannya, dalam waktu sembilan belas tahun, mereka berhasil menjual 3100 outlet seharga USD. 300 juta. Luar biasa.

Muluskah Dan dan Frank mendirikan restoran ini?. Tentu saja tidak. Semua itu bisa tercapai karena ketelatenan dan kegigihan setelah mereka terpuruk .

Bagaimanakah kisah sukses perjalanan dua bersaudara ini melejitkan nama Pizza Hut dalam deretan restoran papan atas?.

Awalnya, Dan dan Frank menerima modal pinjaman dari sang ibu sebesar USD. 600. Kontan, mereka pun membeli beberapa alat seken yang diperlukan. Sisanya dipakai untuk menyewa gerai kecil guna menjajakan Pizza-nya. Hasilnya sungguh mengagumkan. Pada tanggal 15 Juni 1958, berdirilah restoran Pizza pertama di Wichita, Kansas.

Untuk menarik minat pembeli, mereka membagikan Pizza gratis pada malam perdana kepada sejumlah orang yang 'mampir'. Ratusan orang berjubel untuk mendapatkan gratisan. Apa yang terjadi?. Banyak dari mereka yang komplain dan merasa belum cocok dengan Pizza buatannya.

Dalam perkembangannya, hasil produksi mereka sempat merosot tajam. Seiring dengan berjalannya waktu, restoran ini tergilas oleh ketatnya persaingan. Pangsa pasar pun semakin melemah. Faktornya, di samping kualitas Pizza-nya sangat konvensional, lokasi dan dekorasi yang mereka setting, nampaknya membuat pelanggan tidak nyaman. Tidaklah mengherankan ketika mereka melakukan ekspansi ke Oklahoma dan New York, hasilnya nihil. Kerugian yang mereka tanggung luar biasa besar.

Apakah Dan dan Frank putus asa?. Ternyata tidak.

Keadaan ini justru membuat mereka terpacu untuk mempelajari kekurangan-kekurangan yang menyebabkan bisnisnya pailit. Mereka mulai memperkenalkan jenis Pizza yang lebih baik. Dalam waktu yang sangat singkat, Dan dan Frank memperkenalkan jenis Pizza yang lebih tebal dengan bagian luarnya agak keras. Dari sisi dekorasi, ruangan berukuran sempit yang hanya memuat 25 kursi ini, disulap menjadi restoran yang menjanjikan kenyamanan.

Mereka mulai menempelkan papan nama di sisi luar. Karena sempit, papan nama itu hanya bisa memuat 9 huruf. Anda mungkin bisa menebak; kata apa yang pertama mereka tempelkan?. Iya, Pizza adalah kata pertama yang tertempel pada papan nama itu. Masih ada space empat huruf di belakangnya. Mereka bingung untuk mencari kata yang tepat di belakang Pizza. Pada saat itulah, seorang anggota keluarganya datang dan mengusulkan kata Hut -yang berarti gubuk- diletakkan tepat di belakangnya. Mereka setuju.

Lengkap sudah nama restoran itu menjadi Pizza Hut.

Dari sinilah mereka mulai bangkit dengan semangat baru. Berkat kegigihannya setelah mengalami kegagalan, jumlah pelanggan meningkat drastis. Publik pun mengacungi jempol atas kesuksesannya bangkit dari keterpurukan. Seiring dengan meningkatnya kepercayaan publik, Pizza Hut terus melakukan upaya-upaya peningkatan pelayanan, diantaranya dengan menambah layanan Home Delivery. Dengan harapan, masyarakat tetap bisa menikmati Pizza Hut tanpa harus bersusah payah ke luar rumah.

Kini Pizza Hut menjadi salah satu restoran terbesar dan terkenal di dunia. Di AS sendiri Pizza Hut tersebar merata di 7.200 lebih unit. Dan di 90 negara ada sebanyak 12 ribu gerai Pizza Hut dengan jumlah karyawan sebanyak 300 ribu orang.

Dalam setahun ada sekitar 4,2 miliar pembelian pizza. Dalam hitungan minggu, ada sebanyak 11,5 juta pembelian pizza dengan puncak pembelian jatuh pada hari-hari Jumat dan Sabtu.

Anda tahu, apa pesan Frank Carney yang selalu disampaikan kepada staf-stafnya?. "Pizza Hut sukses karena kegagalan. Maka ketika kegagalan terjadi, mampukah kita menyulapnya menjadi energi yang kuat untuk mendorong kita mencapai kesuksesan. Untuk meraih kemenangan, kita harus belajar kalah".

Anda boleh tidak percaya dengan pesan itu. Tapi anda harus tahu bahwa yang mengucapkan pesan itu adalah orang yang pernah mengalami kegagalan dan akhirnya berhasil meraup keuntungan sebesar USD. 300 juta. Sungguh fantastis.

-Disarikan dari berbagai sumber-

4 comments:

Anonymous said...

kakak...kalo bsa jgn sanyo & pizza hut doang ya. qt tggu sambungannya

riva

Fakhrudin Aziz said...

Oke Riva. Requestnya aku terima. Tunggu aja dech ya. Bersambung terus kok. Kalo Empat Mata-nya Tukul ajha bisa ampe 100 episode, masak kita ngga bisa sich hehehe.

Mae asti said...

Pizza Hut emang paling enak heuheuehue.

Ga sangka dibalik nama besar setiap suatu kesuksesan, pasti ada kegagalan yang menjadi pemicu semangat.

Ka chayoo yahhh :)

Fakhrudin Aziz said...

Iya. Makanya Mae jugha cayo yach. Jangan pernah patah semangat. Jangan pernah lelah berkreasi.